HUKUM ISLAM DAN KUASA PEREMPUAN DALAM STRUKTUR SOSIAL MATRILINEAL MINANGKABAU: ANTARA NORMATIVITAS DAN PRAKTIK
Sari
Penelitian ini mengkaji kuasa perempuan dalam masyarakat Minangkabau melalui perspektif hukum Islam dan struktur sosial dalam konteks pluralisme hukum. Masyarakat Minangkabau yang menganut sistem kekerabatan matrilineal menempatkan perempuan sebagai pemilik harta pusaka tinggi, sementara hukum Islam tetap diimplementasikan dalam pembagian harta pusaka rendah melalui sistem faraidh. Kondisi ini melahirkan dualisme kewarisan yang mencerminkan adanya pluralisme hukum, di mana hukum adat dan hukum Islam saling berinteraksi, bernegosiasi, dan terkadang berkonflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis relasi antara norma hukum dan praktik sosial yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuasa perempuan bersifat ambivalen. Di satu sisi, perempuan memiliki posisi strategis sebagai simbol identitas dan pemegang harta pusaka dalam sistem adat. Namun, di sisi lain, dominasi laki-laki tetap terlihat dalam pengambilan keputusan strategis melalui peran mamak dan struktur adat yang patriarkal. Dengan menggunakan teori pluralisme hukum dan teori strukturasi Anthony Giddens, penelitian ini menemukan bahwa struktur sosial tidak hanya membatasi, tetapi juga membuka ruang bagi agency perempuan dalam melakukan negosiasi terhadap relasi kuasa, terutama melalui pendidikan dan aktivitas ekonomi di era modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi antara hukum dan struktur sosial dalam masyarakat Minangkabau bersifat dialektis, di mana keduanya saling mempengaruhi dalam membentuk posisi dan kuasa perempuan. Meskipun terdapat peluang bagi perempuan untuk memperkuat perannya, struktur sosial adat masih mempertahankan pola relasi kuasa yang hierarkis. Oleh karena itu, diperlukan upaya transformasi sosial yang lebih inklusif guna mendorong kesetaraan gender tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
DAFTAR PUSTAKA / DAFTAR REFERENSI
Afifah, Nurul. “Mengkaji Ulang Stereotip Gender : Eksplorasi Stereotip Gender Dalam Konteks Budaya Matrilineal Minangkabau.” Jurnal Dinamika Sosial Budaya 26, no. 1 (2024): 93–104.
Agustia, Yefiza Nahri, and Slamet Tri Wahyudi. “Analysis of Gender Equality in Education and the Workplace with Consideration of Matrilineal Cultural Norms in Minangkabau Culture.” AHKAM: Jurnal Hukum Islam Dan Humaniora 4, no. 4 (2025): 1628–47.
Aini, Nur, Khairunnisa Tazkia, Siti Khoriah Fitriani, and Herlini Puspika Sari. “Rahmah El Yunusiyyah : Srikandi Pendidikan Dari Minangkabau Yang Menggugat Patriarki Melalui Kurikulum.” QAZI : Journal Of Islamic Studies 2, no. 2 (2025): 492–504.
Alam, Lukis, and Atha Mahdi Muhammad. “Contradiction Of Power Within Muslim Women In Minangkabau Matrilineal.” AL ALBAB 13, no. 2 (2024): 217–46.
Alikhsan, Rizky, and Endri Yenti. “Cultural Dynamics and Islamic Legal Realities of Bundo Kanduang in the Patriarchal System of West Sumatra The Cultural Change from Matriarchy to Patriarchy Occurs When Men Become.” MAZAHIBUNA: Jurnal Perbandingan Mazhab 5, no. 2 (2023): 166–82. https://doi.org/10.24252/mazahibuna.vi.39207.
Aulad, Hafidz Akbar Choirul, and Teguh Dwi Cahyadi. “Analisis Peran Perempuan Sebagai Ahli Waris Dalam Masyarakat Adat Minangkabau.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 4 (2025): 3600–3614.
Aulia, Adinda Septi, and Yoskar Kadarisman. “Peran Ninik Mamak Dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN) Di Nagari Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 11, no. 12 (2025): 5–13.
Cantika, Siti Dewi, and Willa Rafiqah. “Gender Dan Kekuatan Sosial : Analisis Antropologi Terhadap Peran Wanita Dalam Masyarakat.” Journal of Demography,Etnography,and Social Transformation 4, no. 2 (2020): 94–105.
Defnur, Isnain Putra, and Bob Alfiandi. “Ketimpangan Komunikasi Dalam Pengambilan Keputusan Adat Studi Pada : Konflik Tanah Pusaka Tinggi Di Adat Nagari Lubuk Alung.” Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development 7, no. 5 (2025): 3577–84.
Eric, Eric. “Hubungan Antara Hukum Islam Dan Hukum Adat Dalam Pembagian Warisan Di Dalam Masyarakat Minangkabau.” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni 3, no. 1 (2019): 61. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v3i1.3532.
Fauzi, Anwar. “Dualitas Hukum Waris Minangkabau Dan Islam (Studi Konstruksi Sosial Masyarakat Muslim Minangkabau Di Malang).” Jurisdictie 1, no. 1 (2012): 45–54. https://doi.org/10.18860/j.v0i0.2180.
Fradhana Putra Disantara. “Konsep Pluralisme Hukum Khas Indonesia Sebagai Strategi Menghadapi Era Modernisasi Hukum.” Jurnal Al-Adalah : Jurnal Hukum Dan Politik Islam 6, no. 1 (2021): 1–36.
Galih, Mochamad. “Peran Sosiologi Hukum Dalam Pembangunan Hukum Di Indonesia.” J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah 4, no. 6 (2025): 2146–48.
Giddens, A. Central Problems in Social Theory: Action, Structure, and Contradiction in Social Analysis. California: University of California Press, 1979.
Green, A., & Hendry, J. Legal Pluralism: New Trajectories in Law. New York: Routledge, 2025.
Halimatussa’diyah, Halimatussa’Diyah, Kusnadi Kusnadi, Ai Y. Yuliyanti, Deddy Ilyas, and Eko Zulfikar. “Minangkabaunese Matrilineal: The Correlation between the Qur’an and Gender.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 80, no. 1 (2024): 1–7. https://doi.org/10.4102/hts.v80i1.8643.
Idris, N. “Kedudukan Perempuan Dan Aktualisasi Politik Dalam Masyarakat Matrilinial Minangkabau.” Jurnal Unair 1, no. 1 (2012): 1–16. http://journal.unair.ac.id/downloadfull/MKP4480-%0A0b9a73df4efullabstract.pdf.
Imam Hanafi, and Mohammad Arsyi. O. “Pembagian Waris Masyarakat Minangkabau Dikaitkan Dengan Asas Hukum Adat.” Journal of Administrative and Social Science 4, no. 1 (2022): 106–13. https://doi.org/10.55606/jass.v4i1.123.
Israr Iskandar. “Perempuan Dan Demokrasi Lokal Di Minangkabau.” Jurnal Ceteris Paribus: Jurnal Sejarah Dan Humaniora 2, no. 1 (2023): 46–55.
Junita, Imellya, Azaria Thahira, Nur Azizah Dinni Putri, Hestiana, Valencia, and Lisna Sandora. “Peran Perempuan Dalam Sistem Matrilineal Minangkabau: Tinjauan Dari Perspektif Feminisme Dan Budaya Islam.” Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah 15, no. 2 (2025): 1–12.
Mawardi. “Pola Hubungan Relasionalitas Hukum Islam , Hukum Adat , Dan Hukum Nasional Perspektif Antropologi Hukum The Relational.” Jurnal Kolaboratif Sains 7, no. 4 (2024): 1556–66. https://doi.org/10.56338/jks.v7i4.8212.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2013.
Mulyani, Fini Fajri, and Fadilla Shahriani. “Peran Perempuan Minangkabau Untuk Menunjang Perekonomian Keluarga Tahun 1912-1921 Dalam Surat Kabar Soenting Melajoe.” Majalah Ilmiah Tabuah 1, no. 2 (2024): 10–27.
Murniwati, Rahmi. “Sistem Pewarisan Harta Pusako Di Minangkabau Ditinjau Dari Hukum Waris Islam.” UNES Journal of Swara Justisia 7, no. 1 (2023): 103. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i1.315.
Nasir, Putiviola Elian, Abdul Halim, Tanty Herida, Silvi Cory, Anita Afriani Sinulingga, Aditya Mukhti, Bunga Sri Hidayat, and Faraytodi Gibran. “Minangkabau Matriliny and Gender Equality : Cultural Contribution to Sustainable Development Goals.” Andalas Journal of International Studies X, no. 1 (2021): 16–33.
Nurmila, Nina. “Pemahaman Agama Dan Pembentukan Budaya Patriarki.” Jurnal Budaya Indonesia 23, no. 1 (2015): 1–16.
Ph.D, Irawaty, and Zakiya Darojat. “Kedudukan Dan Peran Perempuan Dalam Perspektif Islam Dan Adat Minangkabau.” Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 3, no. 1 (2019): 59–76. https://doi.org/10.21009/003.1.04.
Prianto, Rocky Eric, Imelda Aprilia Putri, Kristin Nadya, and Anggela Siahaan. “Perbandingan Pengaturan Pembagian Warisan Menurut Hukum Adat Minangkabau Dan Hukum Islam.” Jurnal Pendidikan Tambusai 10, no. 1 (2026): 7218–25.
Putri, Giska Sari Yulia. “Kajian Spasial Pada Sistem Kekerabatan Matrilineal Masyarakat Minangkabau Nagari Koto Baru Dalam Rumah Gadang.” Jurnal Arsitektur ARCADE 9, no. 1 (2025): 30–36. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i1.3963.
Ramadhani, Yerix. “Budaya Patriarki Dalam Tradisi Pernikahan Di Sumatera Barat.” HARAKAT AN-NISA: Jurnal Studi Gender Dan Anak 7, no. 1 (2022): 25–33.
Riza, Faisal, Aulia Kamal, and Wulan Zani Tanjung. “Adat Basandi Syarak Sebagai Modal Sosial Keagamaan Dalam Membangun Jaringan Kekerabatan Pada Pedagang Minang Di Medan.” El-Mujtama : Jurnal Pengabdian Masyarakat 6, no. 2 (2026): 283–92. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v6i2.11270.
Santana, Selly Aprilia, Rifda Sa’adatul Laila, Raisa Lastiana, and Sifa Yustika. “Ketahanan Identitas Budaya Minangkabau Dalam Dinamika Kehidupan Perantauan.” LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa Dan Sastra 4, no. 4 (2025): 207–14. https://doi.org/10.51878/language.v4i4.5232.
Shintiya, Prhita, Mirna Nur Alia Abdullah, Muhammad Retsa, and Rizaldi Mujayapura. “Warisan Patriarki: Hambatan Struktural Bagi Perempuan Di Dunia Kerja.” SABANA (Sosiologi, Antropologi, Dan Budaya Nusantara) 4, no. 2 (2025): 171–79. https://doi.org/10.55123/sabana.v4i2.5011.
Siregar, Esli Zuraidah, and Ali Amran. “Gender Dan Sistem Kekerabatan Matrilinial.” Jurnal Kajian Gender Dan Anak 02, no. 2 (2018): 133–46.
Suryani, Irma, Yulnetri Yulnetri, Amrina Amrina, and Ifelda Nengsih. “Menelusuri Peran Dan Fungsi Bundo Kanduang Saat Ini Sebagai Bagian Lembaga Adat Dan Kaitannya Dalam Menyelesaikan Kasus Kdrt Di Sumatera Barat.” JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan) 6, no. 2 (2022): 2538–49. https://doi.org/10.58258/jisip.v6i2.3178.
Tarmizi, Tarmizi, and Asni Zubair. “Toleransi Hukum Islam Terhadap Sistem Kewarisan Adat Di Indonesia.” Adhki: Journal of Islamic Family Law 4, no. 2 (2023): 131–47. https://doi.org/10.37876/adhki.v4i2.98.
Wahyuni, Gusti, and Helga Yohana. “Tantangan Perempuan Minangkabau Dalam Mengakses Pendidikan Di Tengah Budaya Matrilineal.” JoGP (Journal of Global Perspective) 2, no. 1 (2024): 112–24.
Zakia, Rahima. “Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Adat Minangkabau.” Kafa`ah: Journal of Gender Studies 1, no. 1 (2011): 39. https://doi.org/10.15548/jk.v1i1.39.
DOI: https://doi.org/10.31869/plj.v10i1.8190
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Indexed By :



Faculty of Law Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Jl. By Pass Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.
Pagaruyuang Law Journal is licensed under CC BY-NC-ND 4.0
