Relevansi Putusan Perdata Inkracht Sebagai Dasar Pembatalan Sertipikat Hak Milik Analisis Putusan Nomor 24/G/2023/PTUN.BL

Dwi alya Aqeela, Toto Andri Puspito

Sari


Penerbitan sertipikat tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada hakikatnya dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepastian hukum hak atas tanah. Namun dalam praktiknya, sengketa dapat timbul karena adanya dugaan cacat prosedur maupun cacat substansi yang berujung pada gugatan di Peradilan Tata Usaha Negara. Artikel ini menganalisis kedudukan putusan perdata yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) sebagai instrumen pembuktian cacat substansi dalam sengketa tata usaha negara serta menelaah implementasi asas kecermatan dan asas kepastian hukum dalam tindakan administrasi pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Analisis dilakukan berdasarkan teori kepastian hukum Gustav Radbruch, teori kewenangan, dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan perdata inkracht memiliki nilai pembuktian yang signifikan dalam membuktikan cacat substansi sertipikat. Pengabaian asas kecermatan berimplikasi pada terganggunya kepastian hukum dan dapat menjadi dasar pembatalan keputusan tata usaha negara di bidang pertanahan.

Kata Kunci: Sertipikat Tanah; Kepastian Hukum; Asas Kecermatan; Putusan Inkracht; Sengketa Tata Usaha Negara


Kata Kunci


Sertipikat Tanah; Kepastian Hukum; Asas Kecermatan; Putusan Inkracht; Sengketa Tata Usaha Negara

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustin, Elvan, Fahmi, and Irawan Harahap. “Akibat Hukum Pembatalan Akta Jual Beli Tanah Melalui Putusan Pengadilan Negeri Terhadap Kepemilikan Hak Atas Tanah.” Collegium Studiosum Journal 8, no. 1 (June 2025): 148–60. https://doi.org/10.56301/csj.v8i1.1630.

Alam, Aldani, Joko Sriwidodo, and Anriz Nazaruddin Halim. “Kepastian Hukum Pendaftaran Tanah Melalui Pejabat PPAT Secara Online Penggunaan Aplikasi Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN).” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 2, no. 9 (September 2023): 3576–88. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i9.1507.

Amus, Mico Kurnia, Siti Kotijah, and Ennos Paselle. “Analisis Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Dalam Sengketa Pertanahan Ditinjau Dari Unsur KTUN (Studi Kasus Putusan Nomor: 27/G/2020/PTUN.SMD).” AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum 5, no. 1 (April 2024): 41–54. https://doi.org/10.47776/alwasath.v5i1.768.

Baharudin, Alhamid. “Evaluasi Penerapan Asas Kepastian Hukum Dalam Proses Sertifikasi Tanah Oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Buol.” At-Tanwir Law Review 5, no. 2 (2025).

Bimantara, Adrian. “Politik Hukum Pertanahan Dalam Upaya Penyelesaian Sengketa Pertanahan Di Indonesia.” Jurnal Cahaya Hukum Nusantara 1, no. 1 (2024): 1–10.

Dermawan, I Made. “Kepastian Hukum Dan Efektifitas Pelaksanaan Terkait Kewajiban Pengecekan Sertipikat Secara Elektronik Dalam Perbuatan Hukum Pengalihan Hak Atas Tanah.” Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum 6, no. 1 (August 2023): 1–8. https://doi.org/10.32493/rjih.v6i1.33818.

Dewi, Ni Made Noviyanti. “Analisis Yuridis Tentang Pembatalan Sertipikat Hak Atas Tanah.” Jurnal Ilmiah, 2019.

Ekasari, Luh Putu Henny. “Kekuatan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Yang Berkekuatan Hukum Tetap Terhadap Pembatalan Sertipikat Hak Milik Atas Tanah Melalui Kewenangan Kepala Kantor Pertanahan.” Jurnal Hukum Prasada 6, no. 1 (2019): 22–35.

Grey, Andrew. “Proses Pembatalan Sertipikat Hak Milik Atas Tanah Karena Akta Jual Beli Yang Cacat Hukum (Studi Kasus Putusan Nomor 72/G/2018/PTUN.BDG).” Indonesian Notary 2, no. 2 (2020): 112–15.

Hanisa, Intan, I Gusti Ketut Ayu Rachmi Handayani, and Lego Karjoko. “Implikasi Hukum Sengketa Sertipikat Ganda Terhadap Kepastian Hak Atas Tanah Dan Asas Kepastian Hukum Di Indonesia.” Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains 4, no. 01 (February 2025): 144–50. https://doi.org/10.58812/jhhws.v4i01.1844.

Ibrahim, Johnny. Teori Dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 2018.

Julius, Lollyta, and Rasji Rasji. “Implementation of Legal Protection for Land Rights Holders Regarding the Issuance of Duplicate Certificates: Case Study of Supreme Court Decision Number 316 K/TUN/2021.” Academia Open 10, no. 2 (November 2025). https://doi.org/10.21070/acopen.10.2025.12836.

Kaunang, Jaka Dwi, and Iin Harlina. “Kepastian Hukum Atas Peralihan Hak Atau Balik Nama Sertipikat Tanpa Hadirnya Pihak Penjual.” Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s 6, no. 1 (2022): 34–42.

Krisna, Dewa Nyoman Gede Adi Budi, and I Made Subawa. “Dualisme Kompetensi Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Terhadap Sertipikat Hak Atas Tanah Berupa Sertipikat Hak Milik (SHM) Yang Diterbitkan Oleh BPN Dikaitkan Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah.” Jurnal Kertha Negara 7, no. 7 (2019): 1–15.

Lien, M. “Perlindungan Hukum Pemegang Sertipikat Hak Milik Yang Tanahnya Diterbitkan Kembali Sertipikat Hak Milik Atas Nama Pihak Ketiga.” Notary Journal 4, no. 1 (2024): 58–72.

Marryanti, Septina, and Arsan Nurrokhman. “Kepastian Hukum Hak Atas Tanah: Pelajaran Dari Kekalahan Perkara (Legal Certainty of Land Rights: Lessons from Losing Land Cases in Court).” Jurnal Pertahanan 11, no. 2 (2021): 113–26.

Maulu, Sigit Pratama, Fence M Wantu, and Zamroni Abdussamad. “Urgensi Pembentukan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Agraria Dalam Upaya Optimalisasi Penyelesaian Konflik.” Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora 2, no. 1 (2025): 168–84. https://doi.org/10.62383/progres.v2i1.1326.

Naufal Khoiriyyah, Nizar. “Studi Analisis Tentang Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara.” Jurnal Syntax Admiration 3, no. 6 (June 2022): 776–85. https://doi.org/10.46799/jsa.v3i6.443.

Peraturan Perundang-undangan. Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Indonesia: Pemerintah Pusat, 1960.

———. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33 Ayat (3). Indonesia: Pemerintah Pusat, 1945.

———. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 Ayat 1. Indonesia: Pemerintah Pusat, 1945.

———. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Indonesia: Pemerintah Pusat, 1999.

———. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Indonesia: Pemerintah Pusat, 1960.

PTUN Bandar Lampung. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandar Lampung Nomor 24/G/2023/PTUN.BL. Bandar Lampung: PTUN Bandar Lampung, 2023.

Puspitawati, Dwi Cahya, A. N. Ramadhani, A. C. Putri, and E. T. Baranti. “Efektivitas Peran Hakim Tata Usaha Negara Dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Legalitas Surat Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 8022/10/DJM.O/2019.” Innovative: Journal of Social Science Research 3, no. 2 (2023): 815–26.

Putri, Dian Nirmala, and Sri Wahyu Handayani. “Masifnya Sertipikat Ganda Sebagai Salah Satu Problematika Hukum Pertanahan Di Indonesia.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 6 (2025): 9160–72.

Riyadi, Sugeng. “Tinjauan Yuridis Atas Upaya Pemulihan Hak Pemegang SHM Bertumpang Tindih : Kasus Putusan PN Cikarang Nomor : 285/Pdt.G/2023.” Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara 15, no. 2 (March 2025). https://doi.org/10.35968/jihd.v15i2.1531.

Sanyeto, Muhammad Fath Yahuza. “Tinjauan Yuridis Implementasi Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Sebagai Dasar Gugatan Dan Pertimbangan Hakim Dalam Memutus Perkara Di PTUN.” NATIONAL JOURNAL of LAW 8, no. 1 (October 2024). https://doi.org/10.47313/njl.v8i1.3858.

Septiyanto, A., B. Prasetyo, and R. Nugroho. “Permasalahan Pertanahan Di Indonesia: Mafia Tanah, Tumpang Tindih Regulasi, Dan Lemahnya Penegakan Hukum.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan 53, no. 2 (2023): 145–160.

Setyawahyuningtyas, Lucia. “Analisis Yuridis Normatif Terhadap Kebijakan Sertipikat Elektronik Dalam Menjamin Kepastian Hukum Hak Tanah.” Jurnal Hukum Caraka Justitia 5, no. 2 (November 2025): 286–97. https://doi.org/10.30588/jhcj.v5i2.2440.

Simanjuntak, Sangap Andrian. “Tinjauan Yuridis Sertipikat Hak Milik Atas Tanah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.” Jurnal Kajian Konstitusi 2, no. 1 (June 2022): 25. https://doi.org/10.19184/jkk.v1i3.27806.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015.

Sugiyanto, Dedi, M. U. Tsani, T. M. Ramadhan, and A. S. F. Kusumah. “Kepastian Hukum Pembatalan Sertipikat Hak Milik Akibat Cacat Administratif (Legal Certainty of Cancellation of Ownership Certificate Due to Administrative Defects).” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis 5, no. 9 (2024): 1–21.

Sumiati, Helena, Andriansah, and Bagio Kadaryanto. “Kepastian Hukum Sertipikat Hak Milik Atas Tanah Dalam Hukum Pertanahan Indonesia.” YUSTISIA MERDEKA : Jurnal Ilmiah Hukum 7, no. 2 (December 2021): 135–45. https://doi.org/10.33319/yume.v7i2.111.

Susanto, Dody. “Kepastian Hukum Sertipikat Tanah Elektronik Terhadap Pinjaman Yang Tidak Didaftarkan Hak Tanggungan.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 4 (2025): 4117–27.

Tehupeiory, Aarce. “Titik Singgung Sengketa Pertanahan Di Lingkungan Peradilan Umum, Agama, Dan Tata Usaha Negara.” Jurnal Hukum Caraka Justitia 3, no. 1 (May 2023): 16. https://doi.org/10.30588/jhcj.v3i1.1492.

Yani, Ridho Zam, and Sri Wahyu Handayani. “Konsep Integratif Pengadilan Khusus Agraria Sebagai Solusi Penyelesaian Sengketa Pertanahan Di Indonesia.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 5 (2025): 6719–27.




DOI: https://doi.org/10.31869/plj.v10i1.8023

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed By :


Faculty of Law Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Jl. By Pass Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.


Pagaruyuang Law Journal is licensed under CC BY-NC-ND 4.0