Faktor Reproduksi Ibu Dan Risiko Stunting Intergenerasional Pada Balita

Mitayani Mitayani, Yani Maidelwita, Eka Putri Primasari, Febriyanti Febriyanti, Nita Ariani, Zulmadi Zulmadi

Sari


Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan pembangunan bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor reproduksi ibu dengan kejadian stunting pada balita serta mengembangkan model Intergenerational Stunting Risk. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain kuantitatif dan kualitatif. Sampel kuantitatif berjumlah 213 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Tahap kualitatif melibatkan 13 informan yang terdiri atas ibu balita stunting, ibu balita non-stunting, bidan, perawat home care, ahli gizi, kader kesehatan, dan pengelola program stunting. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik sederhana, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,9%. Faktor risiko maternal yang dominan adalah riwayat anemia (39,0%), jarak kehamilan kurang dari dua tahun (32,9%), status gizi ibu kurang (31,9%), dan riwayat KEK (28,2%). Seluruh faktor reproduksi ibu menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian stunting (p<0,05). Faktor risiko terbesar adalah riwayat KEK (OR=3,45), diikuti anemia (OR=3,24) dan jarak kehamilan kurang dari dua tahun (OR=3,09). Penelitian menghasilkan model Intergenerational Stunting Risk yang menempatkan faktor reproduksi ibu sebagai determinan utama stunting antargenerasi. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pencegahan stunting berbasis kesehatan reproduksi dan 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Kata Kunci: kesehatan reproduksi, anemia, KEK, 1000 HPK, faktor maternal


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


World Health Organization. WHO child growth standards: length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: methods and development. Geneva: WHO; 2006.

World Health Organization. Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the global nutrition targets 2025. Geneva: WHO; 2018.

Black RE, Victora CG, Walker SP, Bhutta ZA, Christian P, de Onis M, et al. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet. 2013;382(9890):427–51.

Victora CG, Adair L, Fall C, Hallal PC, Martorell R, Richter L, et al. Maternal and child undernutrition: consequences for adult health and human capital. Lancet. 2008;371(9609):340–57.

Prendergast AJ, Humphrey JH. The stunting syndrome in developing countries. Paediatr Int Child Health. 2014;34(4):250–65.

Barker DJP. The developmental origins of adult disease. J Am Coll Nutr. 2004;23(6 Suppl):588S–595S.

Gluckman PD, Hanson MA. Developmental origins of health and disease. Cambridge: Cambridge University Press; 2006.

Ben-Shlomo Y, Kuh D. A life course approach to chronic disease epidemiology: conceptual models, empirical challenges and interdisciplinary perspectives. Int J Epidemiol. 2002;31(2):285–93.

Kuh D, Ben-Shlomo Y, Lynch J, Hallqvist J, Power C. Life course epidemiology. J Epidemiol Community Health. 2003;57(10):778–83.

De Onis M, Branca F. Childhood stunting: a global perspective. Matern Child Nutr. 2016;12(Suppl 1):12–26.

Mitayani. Kesehatan reproduksi ibu pascapersalinan sebagai indikator pemulihan biologis dan kesiapan kehamilan berikutnya. J Kesehat Reproduksi. 2018;9(1):25–33.

Mitayani, Febriyanti F. Pemulihan kesehatan reproduksi ibu pascapersalinan dan implikasinya terhadap kehamilan berikutnya. J Kesehat Reproduksi. 2019;10(2):85–94.

Mitayani, Febriyanti F. Faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan kesehatan reproduksi ibu nifas. J Kebidanan dan Kesehatan. 2019;10(1):1–9.

Mitayani, Yanti N. Hubungan status kesehatan ibu pascapersalinan dengan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. J Kesehat Ibu dan Anak. 2019;13(2):67–75.

Mitayani, et al. Deteksi dini tumbuh kembang dan penguatan kapasitas ibu dalam pengasuhan anak. J Promosi Kesehatan Indonesia. 2020;15(1):45–54.

Bhutta ZA, Das JK, Rizvi A, Gaffey MF, Walker N, Horton S, et al. Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition. Lancet. 2013;382(9890):452–77.

Martorell R, Zongrone A. Intergenerational influences on child growth and undernutrition. Paediatr Perinat Epidemiol. 2012;26(Suppl 1):302–14.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Kemenkes RI; 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2018–2024. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.

Hosmer DW, Lemeshow S, Sturdivant RX. Applied logistic regression. 3rd ed. New York: Wiley; 2013.

Kline RB. Principles and practice of structural equation modeling. 4th ed. New York: Guilford Press; 2016.




DOI: https://doi.org/10.31869/mi.v20i2.8751

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

INDEXED BY :

   
   


Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM). Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Jl. Pasir Kandang No.4, Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586. 
Email : lppmumsb@gmail.com



Kunjungan Sampai Saat ini    Web
Analytics Made Easy - StatCounter

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.