KARAKTERISTIK HAMA DAN INTENSITAS SERANGANNYA PADA KONSTRUKSI RUMAH GADANG DI JORONG V PATAMUAN KABUPATEN PASAMAN
Sari
Abstrak
Rumah Gadang sebagai warisan budaya Minangkabau sebagian besar menggunakan kayu sebagai bahan utama konstruksi sehingga rentan terhadap serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serangan hama serta intensitas kerusakan yang ditimbulkan pada konstruksi Rumah Gadang di Jorong V Patamuan, Kabupaten Pasaman. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pemilik rumah, serta analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai tingkat kerusakan pada komponen bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama dominan adalah rayap dari famili Rhinotermitidae (rayap tanah) dan Kalotermitidae (rayap kayu kering), dengan karakteristik serangan berupa rongga, lorong tanah dan kayu terkikis pada tiang, dinding, lantai, pintu, serta jendela. Intensitas kerusakan bervariasi dari kategori rusak ringan hingga berat. Kerusakan tertinggi ditemukan pada Rumah Tansiwun bagian pintu (27,97%) dengan kategori rusak berat dan Rumah Panjang bagian jendela (27,45%) kategori rusak berat, sedangkan kerusakan terendah terdapat pada dinding Rumah Gadang (0,45%) dengan kategori rusak ringan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi Rumah Gadang di lokasi penelitian cukup rentan terhadap serangan hama, sehingga diperlukan upaya perawatan dan pengendalian untuk menjaga keberlanjutan bangunan sebagai warisan budaya.
Kata Kunci : Rumah Gadang, Hama Kayu, Rayap, Intensitas Serangan
Teks Lengkap:
PDFReferensi
DAFTAR PUSTAKA
Andika, Indrayani, Y., & Yanti, H. (2014). Tingkat Serangan Rayap pada Gedung Sekolah di Kota Pontianak. Jurnal Hutan Lestari, 1(3), 276–283.
Ayyub, A. (2020). Keberadaan Rayap dan Intensitas Serangannya pada Pohon Di Beberapa Jalur Hijau Kota Padang Sumatera Barat. Strofor Journal.
Bakti, D. (2004). Pengendalian rayap Coptotermes curvignathus Holmgren menggunakan nematoda Steinernema carpocapsae Weiser. Dalam skala laboratorium. . Jurnal Natur Indonesia, 6(2), 81–83.
Jasman, G. P. (2017). Keterandalan Perlakuan Tanah dengan Sistem Pemipaan (Replenishment) untuk Pengendalian Rayap pada Bangunan Gedung. Scientific Repository IPB.
Juniar, A. (2004). Studi Keanekaragaman Jenis dan Persentase Tingkat Serangan Rayap Tanah di Wilayah Kecamatan Pontianak Selatan. Pontianak. . Fakultas Kehutanan .
Kozak, R. A. , & C. D. H. (1999). Architects and Structural Engineers: An Examination of wood Design and Use in Nonresidential Construction. . International Journal of Language & Communication Disorders / Royal College of Speech & Language Therapists, 49(4), 37–46.
Ravia, S. (2021). Intensitas Serangan Rayap Pada Bangunan Museum Adityawarman Kota Padang Sumatera Barat.
Romaida. (2002). Kerugian Ekonomis Akibaat Serangan Rayap dan Intensitas Serangannya pada Bangunan Rumah di Kota Cirebon. Jurusan Teknologi Hasil Hutan.
Rudini. (2014, November 5). Pengertian Bangunan. . http://www.rudiniaciel.com/2012/05/ pengertian-bangunan-gedung.html .Bucur, V. (2019). Traditional and new materials for the reeds of woodwind musical instruments. Wood Sci Technol, 53 (1), 1157–1187. https://doi.org/10.1007/s00226-019-01117-9.
Subekti, N. (2010). Karakteristik populasi rayap tanah Coptotermes spp. (Blattodea : Rhinotermitidae) dan dampak serangannya. . Biosaintifika, 2(2), 110–114.
DOI: https://doi.org/10.31869/sj.v10i1.8363
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Sumatera BaratJl. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah - Padang - Sumatera Barat
