PERSEBARAN DAN POTENSI KONFLIK GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus Temminck, 1874) DI TAMAN NASIONAL TESSO NILO PROVINSI RIAU (Studi Kasus Desa Penyangga Resort Air Hitam)
Sari
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu dari empat sub- spesies Gajah Asia yang masih bertahan hingga saat ini. Populasi Gajah Sumatera saat ini mengalami penurunan yang disebabkan beberapa faktor seperti perburuan gading, dan perambahan hutan. Hal itu juga menyebabkan konflik gajah dan manusia terutama di Taman Nasional Tesso Nilo dan daerah sekitarnya. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang konflik Gajah Sumatera terutama untuk mengetahui persebaran konflik Gajah Sumatera dan manusia. Di Riau terdapat dua kantong Gajah Sumatera diataranya Kantong Gajah Tenggara yang merupakan bagian dari Taman Nasional Tesso Nilo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran dan potensi konflik Gajah Sumatera di desa penyangga Resort Air Hitam Taman Nasional Tesso Nilo,
Provinsi Riau. Penelitian ini mengunakan metode wawancara dengan teknik purposive sampling dan observasi langsung untuk memperoleh persebaran dan potensi konflik Gajah Sumatera. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik gajah tersebar di tiga desa penyangga Resort Air Hitam yaitu Desa Lubuk Kembang Bunga sebanyak 55 kasus, Desa Air Hitam sebanyak 27 kasus, dan Desa Bagan Limau sebanyak 8 kasus. Potensi konflik di Desa Lubuk Kembang Bunga presentase 61%, Desa Air Hitam presentase 30%, dan Desa Bagan Limau presentase 9%. Kesimpulan penelitian ini menunjukan persebaran titik konflik gajah di desa penyangga Resort Air Hitam tercatat sebanyak 90 kasus dengan Desa Lubuk Kembang Bunga berpotensi tinggi terjadinya konflik Gajah Sumatera.
Kata Kunci : Gajah Sumatera, Konflik, Persebaran, Resort Air Hitam
Teks Lengkap:
PDFReferensi
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, M. B. (2019). Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Permukiman Terhadap Hasil Produksi Padi Sawah Berbasis SIG (Studi Kasus: Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Tahun 2005-2015). Skripsi UIN Syarif Hidayahtullah, 1–95.
Icha Paksi, S., Rahma Fitriana, Y., Djoko Winarno, G., Gumay Febryano, I., Devi Krismurniati, E., Kehutanan, J., Pertanian, F., Lampung, U., Kehutanan, M., Taman Nasional Way Kambas, B., & Timur, L. (2023). Elephant Response Unit (ERU) Dalam Upaya Penanganan Interaksi Negatif Antara Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) Dan Manusia Di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (Elephant Response Unit (ERU) as a Solution to Handle Negative Interactions Between Su. Jurnal Penelitian Kehutanan, 17(1), 45–56.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2018). Permen LHK No. P.106 Tahun 2018 Tentang jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi. Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, 30.
Nuryasin, Y. Defri, Kausar. (2014). Dinamika Dan Resolusi Konflik Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus ) Terhadap Manusia Di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Jom Faperta, 1(2), 63–77.
Wardana, S. A., Yoza, D., & Oktorini, Y. (2017). Daya Dukung Pakan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus Temminck.) di Taman Nasional Tesso Nilo Provinsi Riau. 4(2).
WWF-Indonesia. (2013a). Menelusuri sawit illegal dari kompleks hutan Tesso Nilo: Perambahan ekosistem kunci Sumatera oleh industri minyak sawit. (Laporan tahunan). Riau: WWF.
DOI: https://doi.org/10.31869/sj.v10i1.8349
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Sumatera BaratJl. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah - Padang - Sumatera Barat
